Posyandu ILP Anggrek RW 03 Hadirkan Inovasi: Dari Praktik Pijat Hingga Minuman Sehat Asman Toga


[Sukorame, Kota Kediri] – Suasana hangat dan penuh semangat tampak di pendopo rumah Ketua RW 03, I Ketut Sudiarta, pada Selasa (13/1). Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Anggrek RW 03 kembali menggelar kegiatan rutin bulanan dengan membawa berbagai terobosan baru untuk meningkatkan derajat kesehatan warga.

Kegiatan ini didukung penuh oleh tim kesehatan yang solid, terdiri dari bidan dan perawat wilayah Puskesmas Sukorame, 9 kader kesehatan, serta 2 kader Bina Keluarga Balita (BKB). Antusiasme masyarakat pun luar biasa, tercatat sebanyak 43 peserta lansia dan dewasa, serta 16 balita turut serta dalam layanan kesehatan ini.

Keceriaan Balita dan Inovasi Kader

Ada pemandangan menarik di sudut pendopo, di mana para balita tampak asyik bermain bersama kader BKB. Sambil menunggu giliran pemeriksaan, anak-anak diajak berinteraksi dengan permainan edukatif yang dipandu oleh kader, sehingga suasana posyandu menjadi ramah anak dan tidak menakutkan bagi mereka.

Sementara itu, inovasi pelayanan posyandu juga dihadirkan melalui praktik pijat kesehatan (akupresur) yang diperagakan langsung oleh Wahyu Widianingtyas, salah satu kader kesehatan. Selain itu, para peserta dimanjakan dengan tester minuman tradisional gratis hasil aplikasi Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman Toga) RW 03.

Minuman sehat ini juga dapat dibeli oleh warga dengan harga sangat terjangkau, yakni Rp 3.000, sebagai bentuk dukungan terhadap pemanfaatan tanaman obat di lingkungan RW 03.

Alur Pelayanan ILP Anggrek

Dalam penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP), pelayanan dibagi menjadi langkah-langkah terstruktur untuk memastikan setiap kelompok usia mendapatkan perhatian maksimal:

Alur Untuk Dewasa dan Lansia:
Langkah 1 (Pendaftaran): Warga melakukan registrasi dengan menunjukkan identitas untuk pendataan dan mengisi daftar hadir.
Langkah 2 (Pengukuran): Pemeriksaan fisik dasar meliputi penimbangan berat badan, tinggi badan, dan pengukuran lingkar lengan dan perut untuk deteksi dini risiko obesitas.
Langkah 3 (Pencatatan & Skrining): Kader mencatat hasil pengukuran dan melakukan skrining kesehatan terkait riwayat penyakit tidak menular (1 tahun sekali), serta melakukan pemeriksaan tekanan darah.
Langkah 4 (Pelayanan Kesehatan): Pemeriksaan laboratorium sederhana meliputi tes gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Langkah 5 (Edukasi & Konseling): Penjelasan hasil pemeriksaan dan konsultasi kesehatan dengan bidan Puskesmas Sukorame, serta pemberian makanan tambahan (PMT).

Alur Untuk Balita:
Langkah 1 (Pendaftaran): Pencatatan nama balita dan pemeriksaan buku KIA.
Langkah 2 (Penimbangan & Pengukuran): Pemantauan pertumbuhan melalui berat badan, tinggi badan, serta lingkar lengan dan kepala.
Langkah 3 (Pencatatan): Pengisian hasil pengukuran ke dalam buku KIA atau KMS untuk melihat tren pertumbuhan anak.
Langkah 4 (Pelayanan Kesehatan): Pemeriksaan kesehatan secara umum dan pemberian imunisasi sesuai jadwal atau pemberian vitamin (hanya pada saat BIAS).
Langkah 5 (Penyuluhan): Konsultasi gizi bagi orang tua terkait pola asuh dan pemberian makanan bergizi untuk mencegah stunting, serta pemberian makanan tambahan (PMT).

"Kami berharap dengan adanya inovasi seperti praktik pijat dan pemberian minuman Toga gratis, warga semakin semangat datang ke Posyandu. Sehat itu bisa dimulai dengan cara yang menyenangkan di lingkungan kita sendiri," ujar Ketua Kader Posyandu Anggrek, Henni Tris Nofantari.